Smartphone lipat model buku atau book-type diprediksi menguasai 65% pengiriman foldable global pada 2026. Apa yang mendorong pergeseran pasar ini?
Beberapa ponsel lipat yang sering dibahas pada tahun 2026 antara lain Samsung Galaxy Z Flip8 , Samsung Galaxy Z Fold8 , dan Motorola Razr .
Pasar smartphone lipat (foldable) diprediksi memasuki babak baru pada 2026. Perangkat dengan desain book-type, yaitu ponsel yang dibuka seperti buku untuk menghadirkan layar berukuran lebih besar, diperkirakan akan menyumbang 65% dari total pengiriman smartphone foldable secara global.
Prediksi tersebut disampaikan oleh Counterpoint Research dalam laporan terbarunya yang diterbitkan pada 10 Februari 2026. Angka 65% tersebut menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, ketika perangkat book-type diperkirakan menyumbang sekitar 52% dari pengiriman smartphone lipat.
Dengan demikian, pasar foldable tampaknya mulai bergerak menjauh dari dominasi ponsel lipat model clamshell atau flip. Perangkat dengan layar besar yang dapat dibuka seperti buku justru diproyeksikan menjadi format utama dalam perkembangan smartphone lipat tahun ini.
Book-Type dan Clamshell, Apa Bedanya?
Secara umum, smartphone lipat saat ini terbagi menjadi dua desain utama, yaitu clamshell dan book-type.
Model clamshell memiliki mekanisme lipatan horizontal. Ketika dilipat, perangkat menjadi jauh lebih ringkas dan mudah disimpan. Saat dibuka, bentuknya kembali menyerupai smartphone konvensional.
Sementara itu, perangkat book-type memiliki desain yang lebih menyerupai buku. Ketika ditutup, perangkat tetap memiliki layar eksternal yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas. Namun saat dibuka, pengguna mendapatkan layar utama berukuran jauh lebih besar.
Perbedaan tersebut membuat keduanya memiliki daya tarik yang berbeda.
Ponsel flip lebih menonjolkan aspek desain dan portabilitas. Sebaliknya, book-type menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih dekat dengan perpaduan antara smartphone dan tablet.
Perbedaan fungsi inilah yang tampaknya semakin penting dalam perkembangan pasar foldable.
Mengapa Smartphone Book-Type Semakin Diminati?
Salah satu keunggulan utama perangkat book-type adalah ukuran layarnya.
Ketika smartphone dibuka, pengguna mendapatkan ruang tampilan yang jauh lebih luas dibandingkan smartphone konvensional. Kondisi tersebut membuat perangkat lebih nyaman digunakan untuk multitasking, membaca dokumen, menikmati konten multimedia, maupun menjalankan aplikasi yang membutuhkan area layar lebih besar.
Dengan kata lain, daya tarik smartphone book-type tidak lagi hanya terletak pada kemampuan layarnya untuk dilipat.
Produsen kini semakin menonjolkan fungsi praktis dari desain tersebut. Smartphone foldable mulai diposisikan sebagai perangkat yang dapat menggabungkan fungsi smartphone dan tablet dalam satu produk.
Perubahan pendekatan ini penting bagi perkembangan kategori foldable. Teknologi layar lipat sebelumnya lebih sering dipandang sebagai inovasi yang menarik secara visual. Namun, untuk menarik konsumen dalam jangka panjang, produsen harus menunjukkan manfaat nyata yang dapat dirasakan dalam penggunaan sehari-hari.
Pasar Premium Menjadi Medan Persaingan Utama
Smartphone foldable masih berada di segmen premium. Harga dan kompleksitas teknologi membuat perangkat ini belum dapat bersaing secara langsung dengan smartphone konvensional di kelas harga menengah.
Meski demikian, kondisi tersebut juga memberikan peluang bagi produsen.
Ketika pertumbuhan pasar smartphone secara keseluruhan semakin matang, perangkat premium dapat menjadi salah satu cara bagi perusahaan untuk meningkatkan nilai penjualan. Foldable menawarkan bentuk dan pengalaman penggunaan yang berbeda sehingga dapat menjadi produk unggulan bagi produsen.
Dalam konteks ini, perangkat book-type memiliki posisi yang menarik.
Layar besar dan kemampuan multitasking membuatnya dapat dipasarkan bukan hanya sebagai smartphone premium, tetapi juga sebagai perangkat produktivitas. Pengguna yang membutuhkan layar lebih luas tidak harus membawa smartphone dan tablet secara bersamaan.
Kehadiran Apple Bisa Mengubah Persaingan Foldable
Salah satu faktor yang membuat perkembangan pasar foldable 2026 semakin menarik adalah potensi masuknya Apple ke kategori smartphone lipat.
Counterpoint Research memperkirakan Apple akan memasuki pasar foldable pada paruh kedua 2026 dengan perangkat berdesain book-type. Jika terealisasi, langkah tersebut dapat menjadi salah satu katalis terbesar bagi perkembangan kategori smartphone lipat.
Apple sendiri selama ini belum memiliki produk iPhone lipat, sementara sejumlah produsen Android telah mengembangkan perangkat foldable dalam beberapa generasi.
Masuknya Apple berpotensi mengubah persepsi konsumen terhadap smartphone lipat. Pengguna yang sebelumnya belum mempertimbangkan foldable mungkin mulai melihat kategori tersebut sebagai alternatif baru untuk perangkat premium.
Di sisi lain, produsen Android juga akan menghadapi tekanan yang lebih besar untuk meningkatkan produk mereka. Persaingan tidak hanya akan berlangsung pada desain perangkat, tetapi juga pada kualitas layar, ketahanan engsel, ketebalan bodi, kamera, daya tahan baterai, hingga optimalisasi perangkat lunak.
Smartphone Lipat Tidak Lagi Sekadar Soal Gimmick
Perkembangan book-type juga menunjukkan perubahan cara industri memandang smartphone lipat.
Pada generasi awal, kemampuan melipat layar merupakan daya tarik utama. Konsumen membeli perangkat tersebut karena teknologinya terasa futuristis dan berbeda dari smartphone biasa.
Kini, pendekatannya mulai berubah.
Produsen perlu memberikan alasan yang lebih kuat bagi konsumen untuk memilih foldable dibandingkan smartphone konvensional. Layar besar, multitasking, produktivitas, dan fleksibilitas penggunaan menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
Karena itu, keberhasilan smartphone book-type ke depan kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh seberapa tipis perangkat dapat dibuat atau seberapa kecil lipatan pada layar terlihat.
Pengalaman penggunaan secara keseluruhan akan menjadi faktor yang semakin penting.
Ponsel Flip Tetap Memiliki Pasarnya Sendiri
Meski book-type diprediksi menjadi format dominan, bukan berarti smartphone flip akan kehilangan relevansinya.
Desain clamshell memiliki keunggulan yang sulit ditawarkan oleh book-type. Ketika dilipat, perangkat dapat menjadi jauh lebih ringkas sehingga mudah dimasukkan ke dalam saku atau tas.
Selain itu, smartphone flip juga memiliki daya tarik dari sisi desain dan gaya. Bagi sebagian konsumen, faktor tersebut justru menjadi alasan utama memilih perangkat foldable.
Karena itu, kedua format kemungkinan akan terus berjalan berdampingan.
Book-type dapat semakin kuat di segmen yang membutuhkan produktivitas dan layar besar, sedangkan clamshell tetap menarik bagi pengguna yang mengutamakan desain, portabilitas, dan bentuk perangkat yang ringkas.
2026 Bisa Menjadi Tahun Penting bagi Pasar Foldable
Prediksi pangsa 65% untuk perangkat book-type menunjukkan bahwa pasar smartphone lipat sedang mengalami perubahan komposisi yang cukup besar.
Jika prediksi tersebut terealisasi, perangkat dengan desain seperti buku akan menjadi format dominan di antara smartphone foldable yang beredar secara global.
Perubahan ini juga dapat menjadi indikator bahwa industri mulai bergerak dari fase eksperimen menuju fase yang lebih matang. Produsen tidak lagi hanya berlomba membuat layar yang bisa dilipat, tetapi mulai mencari format yang menawarkan nilai penggunaan paling jelas bagi konsumen.
Kehadiran pemain besar seperti Apple, jika benar terjadi sesuai perkiraan, dapat semakin mempercepat proses tersebut.
Pada akhirnya, pertarungan smartphone foldable pada 2026 kemungkinan bukan lagi sekadar tentang siapa yang memiliki teknologi layar lipat terbaik. Persaingan akan bergeser ke pertanyaan yang lebih penting: siapa yang mampu membuat perangkat foldable terasa benar-benar berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan proyeksi 65% pangsa pengiriman foldable global, book-type tampaknya memiliki posisi terdepan dalam pertarungan tersebut. Jika tren ini berlanjut, smartphone yang dapat dibuka seperti buku berpotensi menjadi wajah utama generasi baru perangkat premium—bukan sekadar eksperimen teknologi, tetapi bagian penting dari evolusi smartphone.

No comments