Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina kembali mengalami penyesuaian pada Agustus 2026. PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah BBM non-subsidi mulai 6 Agustus 2026. Perubahan tersebut terutama berlaku untuk Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan BioSolar tidak mengalami perubahan.
Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertalite dengan Research Octane Number (RON) 90 tetap berada di angka Rp10.000 per liter. Harga tersebut tidak berubah dari sebelumnya. Begitu pula dengan BioSolar subsidi yang tetap dijual dengan harga Rp6.800 per liter.
Perubahan terjadi pada sejumlah BBM non-subsidi. Pertamax RON 92 yang sebelumnya dibanderol Rp16.250 per liter kini turun menjadi Rp15.950 per liter. Artinya, terdapat penurunan sebesar Rp300 per liter.
Penurunan juga terjadi pada Pertamax Green 95 dengan RON 95. Harga sebelumnya sebesar Rp17.000 per liter kini menjadi Rp16.600 per liter, atau turun Rp400 per liter.
Sementara itu, Pertamax Turbo RON 98 mengalami penurunan Rp300 per liter. Dari harga sebelumnya Rp18.600 per liter, kini Pertamax Turbo dijual dengan harga Rp18.300 per liter di DKI Jakarta.
Berbeda dengan ketiga produk tersebut, harga BBM diesel non-subsidi tidak mengalami perubahan. Dexlite dengan Cetane Number (CN) 51 masih berada di harga Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex dengan CN 53 tetap dijual Rp21.150 per liter.
Penyesuaian harga tersebut berkaitan dengan perkembangan harga energi di pasar internasional. Harga BBM non-subsidi dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain harga minyak mentah dunia, harga acuan Mean of Platts Singapore (MOPS), nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, serta evaluasi harga yang dilakukan secara berkala oleh Pertamina.
Dengan demikian, perubahan harga BBM non-subsidi tidak semata-mata ditentukan oleh satu faktor. Ketika harga minyak dunia mengalami perubahan, biaya pengadaan dan harga jual BBM juga dapat ikut terpengaruh.
Namun, harga yang berlaku di DKI Jakarta tidak selalu sama dengan daerah lain. BBM non-subsidi Pertamina memiliki harga yang dapat berbeda antarprovinsi. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), selain kebijakan yang berlaku di masing-masing daerah.
Karena itu, masyarakat yang berada di luar DKI Jakarta perlu memeriksa harga berdasarkan provinsi tempat mereka membeli BBM. Harga terbaru dapat diketahui melalui situs resmi Pertamina Patra Niaga, aplikasi MyPertamina, papan informasi harga di SPBU, maupun kanal media sosial resmi Pertamina.
Perbedaan mekanisme juga berlaku antara BBM subsidi dan non-subsidi. Pertalite dan BioSolar merupakan BBM subsidi yang harganya ditetapkan pemerintah. Karena itu, turunnya harga beberapa jenis BBM non-subsidi tidak otomatis membuat harga BBM subsidi ikut turun.
Selain memperhatikan harga, pemilik kendaraan tetap disarankan menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan. Penggunaan BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan dapat membantu menjaga kinerja mesin. Penghematan konsumsi BBM juga dapat dilakukan dengan menjaga tekanan ban, menghindari akselerasi dan pengereman secara mendadak, serta melakukan servis kendaraan secara rutin.
Perawatan seperti pemeriksaan filter udara, busi, dan oli juga penting untuk menjaga kondisi kendaraan. Beban kendaraan yang tidak diperlukan sebaiknya dikurangi, sementara perjalanan dapat direncanakan terlebih dahulu untuk menghindari rute dengan kemacetan yang tidak perlu.
Dengan penyesuaian mulai 6 Agustus 2026, perubahan harga utama di DKI Jakarta adalah turunnya Pertamax menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 menjadi Rp16.600 per liter, dan Pertamax Turbo menjadi Rp18.300 per liter. Sementara Pertalite dan BioSolar tetap pada harga masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Harga Dexlite dan Pertamina Dex juga tidak berubah.

No comments